04.15 | Posted in

NYERI HAID (DISMENORE)
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Disebut dismenore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya dan dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan.

Walaupun datang rutin tiap bulan dan sudah menjadi kodrat setiap wanita di usia reproduksi, tidak sedikit wanita yang merasa tersiksa waktu menjelang atau saat haid sedang berlangsung. Hal ini akan menjadi semacam dilema bagi sebagian wanita, tidak haid bingung, dan bila mendapatkan haid juga tambah stress. Selain Dismenore atau nyeri saat haid, premenstrual tension atau PMT juga banyak menghantui wanita yang akan mengalami menstruasi.
PMT atau ketegangan prahaid yaitu keluhan keluhan yang dirasakan wanita mulai dari satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid walaupun kadang kadang terus berlangsung sampai haid berhenti. Penyebab kelainan ini sendiri belum diketahui dengan pasti namun beberapa ahli menduga hal ini mungkin disebabkan oleh karena ketidak seimbangan hormonal yang terjadi saat menjelang haid.
Faktor kejiwaan, masalah sosial, masalah keluarga dan lain lain juga memegang peranan penting dalam terjadinya PMT. Wanita yang paling sering mengalami PMT adalah wanita yang sangat peka terhadap perubahan hormonal dan terhadap faktor faktor psikologis tadi. Apalagi bila seorang wanita peka terhadap kedua duanya maka keluhan yang terjadi akan semakin berat.
Keluhan yang terjadi biasanya berupa keluhan yang bersifat psikis dan fisik seperti gangguan emosional atau mudah marah, gelisah, susah tidur, nyeri kepala, perut kembung, mual, muntah, nyeri pada payudara dan lain lain. Sedangkan pada kasus yang berat bisa disertai dengan depresi dan peningkatan gangguan psikis dan fisik diatas.
Penanganan terhadap wanita yang mengalami PMT yaitu dengan pemberian obat obatan guna mengatur kembali keseimbangan hormonal di dalam tubuhnya dan melakukan psikoterapi suportif untuk mengatasi masalah psikologis.

Penyebab
Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah: endometriosis, fibroid, adenomiosis, peradangan tuba falopii, perlengketan abnormal antara organ di dalam perut, dan pemakaian IUD.

Faktor Risiko
Biasanya dismenore primer timbul pada masa remaja, yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Sedangkan dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
-rahim yang menghadap ke belakang (retroversi)
-kurang berolah raga
-stres psikis atau stres sosial.

Gejala dan Tanda
Nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.
Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.

Penatalaksanaan
Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.
Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproksen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi.
Selain dengan obat-obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan:
- istirahat yang cukup
- olah raga yang teratur (terutama berjalan)
- pemijatan
- yoga
- orgasme pada aktivitas seksual
- kompres hangat di daerah perut.
Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi.
Gejala juga bisa dikurangi dengan istirahat yang cukup serta olah raga secara teratur. Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroksiprogesteron.
Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dismenore. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi).
Jika dismenore sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas.
Pengobatan untuk dismenore sekunder tergantung kepada penyebabnya.

Tips Meredakan Nyeri Haid
Redakan nyeri haid Anda dengan cara berendam air hangat, campurkan garam mandi ataupun minyak aromatic yang sedang tren untuk relaksasi.
Konsumsilah susu berkalsium tinggi, dan perbanyak asupan zat besi pada saat menstruasi berlangsung. Jika nyerinya sangat hebat, hitunglah dengan cermat waktu haid Anda, dan siapkan obat penghilang rasa sakit ataupun suplemen yang sesuai. Olahragalah secara teratur karena bermanfaat untuk tubuh Anda. Pilih olah raga ringan seperti joging dan aerobik low impact. Hal tersebut akan membantu melancarkan aliran darah pada otot sekitar rahim sehingga dapat meredakan rasa nyeri.

Vitamin E merupakan anti oksidan alami yang membantu seluruh sel dan jaringan tubuh memperbaiki dan mengatasi peradangan. Nyeri haid berhubungan dengan keluhan peradangan atau inflamasi.
Asupan vitamin E membantu menstabilkan aliran menstruasi dengan memperbaiki lapisan rahim. Studi yang dipublikasikan tahun 2005 dalam British Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa vitamin E dapat mengurangi keparahan dan durasi periode sakit serta kehilangan darah menstruasi yang cukup banyak.
Dosis yang diberikan adalah 200 IU vitamin E kapsul 2 kali sehari, dua hari sebelum dan tiga hari setelah menstruasi dimulai. Sebaiknya konsumsi vitamin E alami, dikenal sebagai tokoferol gabungan yang mendekati komposisi tokoferol alami yang dijumpai pada makanan. Secara alami vitamin E bisa diperoleh dari kacang almond, biji bunga matahari, dan gandum.
Vitamin lain yang juga bisa digunakan adalah vitamin B1. Vitamin B1 atau tiamin dengan dosis 100mg perhari dapat mengurangi rasa nyeri. Vitamin B ada dalam gandum, gist, susu kedelai, dan biji bunga matahari. (by;admin)

Category:

Comments

2 responses to "ATASI NYERI HAID"

  1. Staff Ngeditblog On 7 Mei 2015 22.51

    Datang bulan bagi setiap perempuan terkadang sangat tersa sakit, temukan penyebab dan cara menanggulangi nyeri haid di tanyadok.com portal informasi layanan kesehatan

     
  2. Mutmainnah Ishaka On 13 Juli 2015 01.12

    terimakasih informasinya

     

Shout Box


ShoutMix chat widget